banner 1500x1875

Ketua LMP Soppeng: Masyarakat Rindukan Pemimpin yang Membuka Ruang Silaturahmi

banner 120x600

RSS SOPPENG – Open house yang digelar Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dinilai bukan sekadar agenda silaturahmi tahunan. Di mata banyak warga, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat masih sangat dirindukan di tengah dinamika sosial yang kian dipenuhi sekat dan ego kelompok.

Ribuan masyarakat memadati Rumah Jabatan Wakil Bupati Soppeng sejak pagi hingga malam hari. Mereka datang dari berbagai kalangan tanpa mempersoalkan perbedaan status sosial, pilihan politik maupun latar belakang kelompok.

Suasana hangat, penuh keakraban dan dialog tanpa jarak mewarnai jalannya open house. Banyak warga bahkan menyebut momen tersebut sebagai gambaran “Soppeng tempo dulu” yang sarat dengan nilai kekeluargaan dan kebersamaan.

Ketua Markas Cabang Laskar Merah Putih (LMP) Kabupaten Soppeng, Sahar, menilai tingginya antusiasme masyarakat tidak muncul secara kebetulan.

Menurutnya, masyarakat memahami perjalanan panjang Ir. Selle KS Dalle yang tumbuh dari proses perjuangan sebagai aktivis, legislator hingga dipercaya menjadi Wakil Bupati Soppeng.

“Beliau paham betul bagaimana menghargai masyarakat karena lahir dari proses panjang perjuangan. Orang yang pernah merasakan dinamika rakyat biasanya lebih tahu cara menjaga hubungan dengan masyarakat,” ujar Sahar.

Di balik suasana penuh kehangatan tersebut, Sahar juga menyampaikan pesan sosial kepada masyarakat agar tidak membiarkan ego sektoral merusak hubungan sosial yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bugis.

Menurutnya, renggangnya hubungan antarsesama sering kali bukan disebabkan persoalan besar, melainkan karena sikap yang enggan membuka ruang komunikasi dan terlalu mengedepankan kepentingan kelompok.

“Kadang yang merusak hubungan bukan persoalan besar, tapi ego yang terlalu tinggi. Ada yang merasa paling penting, ada yang sulit membuka ruang komunikasi. Akhirnya silaturahmi jadi renggang,” katanya.

Sahar menegaskan, budaya Bugis sejak dahulu mengajarkan nilai-nilai luhur seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge sebagai fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

“Orang Bugis itu besar bukan karena suka membangun jarak, tapi karena kuat menjaga hubungan. Jangan sampai ego sektoral membuat orang malas duduk bersama hanya karena beda pandangan atau beda lingkungan,” tegasnya.

Ia menilai open house yang digelar Wakil Bupati Soppeng menjadi bukti bahwa pemimpin yang membuka ruang silaturahmi tanpa sekat akan selalu mendapat tempat di hati masyarakat.

“Rakyat sekarang bisa merasakan mana ketulusan dan mana formalitas. Kalau masyarakat datang tanpa dipanggil dan tanpa tekanan, itu tandanya ada rasa hormat yang tumbuh alami,” ujarnya.

Sahar juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi sosial di tengah situasi yang kerap diwarnai polarisasi, sindiran dan persaingan kepentingan.

“Kalau ego lebih besar daripada silaturahmi, maka yang rugi bukan satu orang, tapi suasana kebersamaan kita semua. Soppeng ini kuat karena budaya saling menghargainya, bukan karena sekat-sekatnya,” katanya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, warga tampak bebas berdialog, bersalaman dan bercengkerama langsung dengan Wakil Bupati tanpa suasana protokoler yang kaku. Bagi sebagian masyarakat, momen tersebut menjadi pengingat bahwa jabatan sejatinya bukan untuk menciptakan jarak sosial, melainkan mempererat hubungan antara pemimpin dan rakyat.

“Pemimpin yang baik itu bukan yang paling tinggi temboknya, tapi yang paling terbuka pintunya untuk rakyat,” tutup Sahar. ( * )

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *