banner 1500x1875

Musim Kemarau Tak Jadi Hambatan, Padi PM-AAS di Lajaroko Panen 10 Ton per Hektare

banner 120x600

RSS SOPPENG – Bupati Soppeng Suwardi Haseng bersama Kepala Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan, Haris Syahbuddin, menghadiri panen perdana uji terap budidaya padi modern Program Pertanian Modern–Advance Agriculture System (PM-AAS) di Lajaroko, Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran BRMP, Pemerintah Kabupaten Soppeng, Forkopimda, pemerintah kecamatan dan kelurahan/desa, penyuluh pertanian, PT Araindo Smart Tani, KTNA, Gapoktan, UPJA, Brigade Pangan serta kelompok tani.

Panen perdana ini merupakan bagian dari pilot project penerapan sistem budidaya padi modern oleh Kelompok Tani Karuna di atas lahan sekitar 20 hektare. Hasil uji terap menunjukkan produktivitas sekitar 10 ton gabah per hektare.

Dalam kegiatan tersebut juga diserahkan bibit padi unggul jenis Inpari 32 FS kepada dua kelompok tani sebagai dukungan pengembangan budidaya padi modern di Kabupaten Soppeng.

Suwardi Haseng mengatakan, penerapan PM-AAS menjadi langkah strategis dalam mendorong transformasi pertanian di Soppeng.

Menurutnya, teknologi pertanian modern diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta menghasilkan pola budidaya yang lebih efektif dan efisien sesuai kondisi agroekosistem setempat.

“Dengan ditetapkannya Kabupaten Soppeng sebagai salah satu kabupaten penyelenggara Program PM-AAS, telah memberi harapan besar bagi petani dan merupakan langkah nyata yang strategis dalam mendorong transformasi sistem budidaya padi di Bumi Latemmala,” ujar Suwardi.

Ia menegaskan, uji terap tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani untuk mengadopsi teknologi pertanian modern secara berkelanjutan.

“Dari sawah di Lajaroko ini lahir pertanian modern yang nanti bisa dicontoh daerah lain. Kita ingin suatu hari nanti orang berkata, petani Soppeng adalah petani yang siap menghadapi masa depan,” katanya.

Pemkab Soppeng, lanjut Suwardi, berkomitmen memperkuat kelembagaan petani, sarana dan prasarana pertanian serta sinergi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, khususnya Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan serta jajaran Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Kolaborasi tersebut diharapkan terus berlanjut untuk meningkatkan produksi pertanian, memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan petani di Kabupaten Soppeng.

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *