banner 1500x1875

Bantuan Benih untuk Petani, Bukan untuk Dijual: Pesan Tegas Bupati Suwardi Haseng

banner 120x600

RSS SOPPENG – Pemerintah Kabupaten Soppeng mulai menyalurkan bantuan benih padi dan jagung kepada 221 kelompok tani. Dalam penyaluran itu, Bupati Soppeng, Suwardi Haseng menegaskan bahwa bantuan pemerintah tidak boleh diperjualbelikan maupun dipindahtangankan.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Pertemuan Sosialisasi dan Penyerahan Bantuan Benih Padi dan Jagung Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Soppeng di Aula Gabungan Dinas Kabupaten Soppeng, Senin (11/5).

Program bantuan yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia itu menjangkau ratusan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Soppeng.

Sebanyak 95 kelompok tani menerima bantuan benih padi, sementara bantuan benih jagung disalurkan kepada 126 kelompok tani.

Dalam sambutannya, Suwardi meminta agar distribusi bantuan dilakukan sesuai daftar calon penerima dan calon lokasi (CPCL) yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan lagi ada kejadian benih tidak terbagi secara merata sesuai CPCL yang sudah disusun. Bantuan benih pemerintah ini tidak untuk dipindahtangankan, apalagi diperjualbelikan,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa penyalahgunaan bantuan benih dapat menimbulkan konsekuensi hukum sekaligus mencoreng nama baik Kabupaten Soppeng di hadapan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Selain menekankan pentingnya pengawasan distribusi bantuan, Suwardi menyebut program tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Pada tahun ini, Pemkab Soppeng menerima bantuan benih padi untuk lahan seluas 5.716 hektare dengan total benih mencapai 142.900 kilogram. Varietas yang disalurkan meliputi Inpari 32, Mekongga, dan Padjajaran.

Sementara itu, bantuan benih jagung dialokasikan untuk lahan seluas 7.080 hektare dengan total benih mencapai 106.200 kilogram varietas NK 306.

Menurut Suwardi, penggunaan benih unggul diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung kesejahteraan petani.

“Benih unggul berpotensi meningkatkan hasil pertanian dan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian kita,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi dan penyerahan bantuan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas kelompok tani penerima bantuan, penyuluh pertanian lapangan (PPL), koordinator BPP, pengawas benih tanaman, serta unsur penyuluh pertanian lainnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan sosialisasi teknis terkait pelaksanaan program bantuan benih tahun 2026. (**)

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *