banner 1500x1875

Fatmawati Rusdi Dukung Perluasan Program RISE, Makassar Diusulkan Jadi Pusat Pelatihan Nasional

banner 120x600

RSS MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, membahas rencana perluasan Program Revitalising Informal Settlements and their Environments (RISE) bersama Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, serta tim Monash University di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (22/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Australia, dan kalangan akademisi dalam mengembangkan solusi sanitasi berbasis alam yang berkelanjutan.

Program RISE yang telah berjalan selama sembilan tahun di Kota Makassar merupakan kolaborasi riset dan implementasi infrastruktur berbasis alam (nature-based solutions) yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan, pengelolaan air, serta kesehatan masyarakat di kawasan permukiman informal dan wilayah rawan banjir.

Program Co-Director RISE, Diego Ramirez, menjelaskan bahwa pendekatan program tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur sanitasi, tetapi juga melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

“Pendekatan infrastruktur berbasis solusi alam ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Diego, penerapan infrastruktur hijau seperti lahan basah buatan (constructed wetlands) telah memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kesehatan warga di sejumlah lokasi intervensi.

Keberhasilan Program RISE di Makassar mendapat pengakuan internasional. Pada April 2026, Kota Makassar berhasil masuk lima besar dunia dalam ajang WRI Ross Center Prize for Cities yang diumumkan di New York. Makassar terpilih setelah melalui proses seleksi yang melibatkan sekitar 300 kota dari berbagai negara.

Hingga saat ini, enam lokasi percontohan telah selesai dibangun, yakni Batua, Bonolengga, Barombong, Untia, Tallo, dan Kaluku Bodoa, dengan dukungan Pemerintah Australia. Enam lokasi tambahan juga tengah dipersiapkan untuk pengembangan berikutnya.

Melihat capaian tersebut, Pemerintah Australia mengusulkan Makassar menjadi pusat pelatihan nasional Program RISE yang direncanakan berlokasi di Universitas Hasanuddin. Pusat pelatihan ini diharapkan menjadi tempat belajar bagi pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia yang ingin mengembangkan program serupa.

Konsul Jenderal Australia, Todd Dias, menilai pengalaman Makassar menjadi modal penting untuk mempercepat ekspansi Program RISE ke berbagai daerah.

Selain perluasan wilayah implementasi, pertemuan tersebut juga membahas pentingnya skema pendanaan bersama antara Pemerintah Australia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.

Menanggapi hal itu, Fatmawati Rusdi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung pengembangan Program RISE. Menurutnya, persoalan sanitasi di kawasan perkotaan masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Yang dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga kesadaran dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, program seperti ini memiliki peluang lebih besar untuk berkelanjutan,” kata Fatmawati.

Ia juga mendorong agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari pengembangan program ke depan. Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi tantangan utama di berbagai kota di Sulawesi Selatan, termasuk Makassar, Parepare, dan Palopo.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan mengirimkan surat rekomendasi kepada Deputi Infrastruktur Bappenas sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan Program RISE agar dapat diperluas implementasinya secara nasional.

Fatmawati juga berencana memperkenalkan peta jalan (roadmap) Program RISE kepada para bupati dan wali kota di Sulawesi Selatan agar model yang telah berhasil diterapkan di Makassar dapat direplikasi sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing daerah.

Melalui sinergi antara Pemerintah Australia, pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Program RISE diharapkan mampu memperluas akses sanitasi layak, meningkatkan kualitas kesehatan warga, serta menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan. (*)

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *