RSS JENEPONTO – Sebagai upaya percepatan realisasi penanaman modal (investasi) Daerah, maka dari itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jeneponto melakukan kunjungan konsultasi ke Kantor Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penananaman Modal Republik Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Senayan, DKI Jakarta, Selasa (14/5/2024).
Rombongan dipimpin langsung oleh Penjabat Bupati Kabupaten Jeneponto, Junaedi Bakri di dampingi Sekertaris Daerah, H Muh Arifin Nur dan sejumlah pimpinan perangkat Daerah.
Rombongan tersebut di Terima langsung Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik Kementerian Investasi/BKPM, Gatot Subyargo Wijayadi.
Pada pertemuan ini dibahas sejumlah isu dan gagasan terkait strategi, peluang dan tantangan pengembangan investasi penanaman modal di Kabupaten Jeneponto, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing.
Baca Juga: Bulukumba Jadi Tuan Rumah Milad Aisyiyah Rayon 4 ke-107
Kementerian Investasi RI memberikan apresiasi dan menyambut baik kunjungan konsultasi ini sebagai upaya fasilitasi dan pembinaan investasi di Daerah untuk dukungan akselerasi pembangunan Daerah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kabupaten Jeneponto, Hj Meriyani bahwa konsultasi ini bertujuan untuk membangun sinergi dan penyamaan persepsi dalam pengembangan investasi daerah di Kabupaten Jeneponto.
“Kita bersyukur bahwa ini bagian dari inisiatif Bapak Pj Bupati untuk mendorong sinergi kolaborasi dari perangkat daerah melalui strategi optimalisasi potensi resources yg dimiliki untuk percepatan investasi daerah,” ungkap Meryani.
Baca Juga: Bupati Gowa Dampingi Pj Gubernur Sulsel Tinjau PSN Bendungan Jenelata
Kemudian, Pj Bupati Jeneponto, Junaedi Bakri mengatakan, Kondisi Kabupaten Jeneponto dengan potensi kekayaan dan keberagaman sumber daya alam yang dimiliki, jika dikelola dengan baik dan melalui skema pelibatan stakeholder terutama pihak swasta, maka akan sangat berdampak pada percepatan pembangunan Daerah.
“Dengan kondisi fiskal yang rendah, maka kita akan sangat sulit untuk membangun Daerah dengan mengandalkan APBD, sehingga dibutuhkan skema kerjasama dan intervensi berbagai stakeholder baik dari Pemerintah maupun dari pihak swast,” Kata Junaedi.
Dengan itu,Junaedi menambahkan, realisasi investasi yang belum begitu baik, maka untuk akselerasi pembangunan Daerah, tentu kita sangat membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai stakeholder untuk memajukan investasi Daerah, baik pemerintah maupun swasta, termasuk dukungan seluruh masyarakat Jeneponto,” harapnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, yakni Pejabat fungsional utama analis Kebijakan Pemkab Jeneponto, HM Syafruddin Nurdi, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Vonny Ameliani serta Akademisi Univertas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Muh. Ibnu Hajar.


















