RSS SOPPENG – Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, bersama Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, KM. Satturi, menyerahkan santunan kepada 150 santri dan anak yatim di Masjid Agung Darussalam Watansoppeng, Kamis (16/4).
Penerima santunan tersebut berasal dari enam pondok pesantren di Kabupaten Soppeng, yakni Pondok Pesantren Yasrib Lapajung Soppeng, Pondok Pesantren DDI Pattojo, Pondok Pesantren Pergis Ganra, Pondok Pesantren Pertanian NU Sering, Pondok Pesantren Darunnaim Pesse, dan Pondok Pesantren As’Adiyah Tokare.
Santunan ini merupakan bagian dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh BAZNAS Kabupaten Soppeng.
Ketua BAZNAS Kabupaten Soppeng, KM. Satturi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian BAZNAS terhadap santri dan anak yatim. Ia menegaskan bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari para muzakki yang harus disampaikan kepada penerima yang berhak.
“Anak-anak yatim merupakan tanggung jawab bersama. Melalui penyaluran ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan mereka serta menumbuhkan semangat dalam menempuh pendidikan. Kami juga mengapresiasi kepercayaan para muzakki yang telah menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Kabupaten Soppeng,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Soppeng terus mendorong penguatan program sosial yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan bantuan sosial di daerah.
“Program seperti ini sangat positif karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim dan para santri. Pemerintah daerah tentu mendukung penuh upaya-upaya yang dilakukan BAZNAS,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Melalui santunan ini, kita ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mereka,” tutupnya. (**)


















