banner 1500x1875

Fatmawati Rusdi Kagumi Keunikan Desa Atue Lutim, Siap Dikembangkan Jadi Desa Percontohan

banner 120x600

RSS LUWU TIMUR – Desa Atue, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, mendapat perhatian khusus dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi.

Desa yang berada di kawasan hutan produktif sekaligus hutan lindung itu dinilai memiliki keunikan dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa produktif yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Fatmawati Rusdi saat melakukan kunjungan kerja dalam rangka Gerakan Pola Hidup Sehat dan Lingkungan Bersih di Desa Atue, Senin (8/6/2026).

Kunjungan tersebut turut didampingi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, serta Ketua TP PKK Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan.

Dalam sambutannya, Fatmawati mengaku bangga dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Atue yang menurutnya memiliki karakteristik istimewa dibanding desa lainnya.

“Desa Atue merupakan desa yang cukup spesial, unik, dan istimewa karena memiliki hutan produktif dan hutan lindung. Ini menjadi potensi besar yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Sulsel mengajak masyarakat untuk mewujudkan “Gerakan Asri” yang merupakan akronim dari Aman, Sehat, Rapi, dan Indah. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga, termasuk melalui edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik.

Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Atue yang menyambut hangat kedatangan rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Selaku pemerintah daerah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang begitu antusias menyambut Ibu Wakil Gubernur dan rombongan. Mudah-mudahan Desa Atue mendapatkan keberkahan dan semakin maju ke depan,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produktivitas masyarakat berbasis lingkungan, Fatmawati Rusdi menyerahkan secara simbolis bibit cabai siap petik kepada lima kepala keluarga.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyalurkan 500 bibit tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi. Bantuan tersebut terdiri atas bibit kangkung, 50 pohon durian Musang King, 100 pohon durian sambung, 50 pohon alpukat sambung, 50 pohon mangga Mahathir, 50 pohon rambutan, 50 pohon manggis, 50 pohon cempedak, serta 100 pohon jengkol.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, Anggota DPRD Luwu Timur, Firman Udding, Camat Malili H. Hasimning, Kepala Desa Atue, unsur Forkopimca, serta masyarakat setempat. (*)

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *