RSS MAROS – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, meresmikan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Rabu (3/6/2026).
Kehadiran jembatan tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang masyarakat yang selama puluhan tahun menghadapi berbagai risiko saat menyeberangi Sungai Palakai.
Bagi warga setempat, jembatan itu tidak hanya berfungsi sebagai sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol terbukanya akses yang lebih aman untuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi Sungai Palakai dengan berbagai keterbatasan. Kondisi semakin berisiko saat musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat, sehingga aktivitas masyarakat, terutama anak sekolah dan petani, kerap terganggu.
Peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih turut dihadiri Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi, Bupati Maros Chaidir Syam, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Suasana haru menyelimuti peresmian tersebut. Warga yang selama ini menantikan kehadiran jembatan mengaku bersyukur karena akses yang aman kini telah tersedia.
Salah seorang warga Desa Bontomanurung, Hj Rahma, mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat.
“Selama puluhan tahun kami menunggu. Dulu anak-anak harus menyeberang air, bahkan menggunakan gondola. Alhamdulillah sekarang sudah ada jembatan. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena masyarakat merasa sangat terbantu,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Fatmawati Rusdi menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XIV/Hasanuddin beserta seluruh jajaran TNI Angkatan Darat yang telah berperan dalam pembangunan jembatan tersebut melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, kami mengucapkan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar TNI Angkatan Darat, khususnya Pangdam XIV/Hasanuddin beserta seluruh jajaran yang telah menghadirkan Jembatan Perintis Garuda untuk masyarakat Tompobulu,” kata Fatmawati.
Menurutnya, kehadiran jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan jembatan harapan yang membuka akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi.
“Ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Ini adalah jembatan harapan bagi masyarakat. Kehadirannya mengakhiri risiko keselamatan yang selama ini dihadapi warga untuk mengakses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi,” ujarnya.
Fatmawati juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus mendukung program-program strategis yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sinergi antara pemerintah, TNI, pemerintah kabupaten, dan seluruh pemangku kepentingan.
Sementara itu, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko menyebut pembangunan Jembatan Perintis Garuda Merah Putih sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas.
Menurutnya, selama bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai, terutama pada musim hujan. Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Hari ini dengan hadirnya Jembatan Perintis Garuda, mudah-mudahan bahaya itu tidak lagi mengintai anak-anak kita, emak-emak kita, dan seluruh masyarakat setiap saat,” ujar Bangun Nawoko.
Ia juga mengapresiasi para prajurit TNI dan masyarakat yang bergotong royong hingga pembangunan jembatan dapat diselesaikan. Menurutnya, kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi kunci keberhasilan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bupati Maros Chaidir Syam turut menyampaikan terima kasih kepada Pangdam XIV/Hasanuddin dan seluruh jajaran TNI yang telah membantu mewujudkan pembangunan jembatan yang selama ini menjadi kebutuhan warga Tompobulu.
Ia menilai kehadiran jembatan tersebut akan memperlancar mobilitas masyarakat, memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak, mempercepat distribusi hasil pertanian, hingga membuka peluang pengembangan potensi wisata di kawasan tersebut.
“Jembatan ini akan memberi manfaat luar biasa bagi masyarakat. Anak-anak kini dapat bersekolah dengan lebih aman, masyarakat lebih mudah menuju kebun, dan aktivitas ekonomi akan semakin berkembang,” kata Chaidir.
Kehadiran Jembatan Perintis Garuda Merah Putih diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan akses distribusi hasil pertanian dan aktivitas sosial ekonomi lainnya.
Peresmian jembatan tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan warga. Kini, di tengah bentang alam Tompobulu yang asri, Jembatan Perintis Garuda Merah Putih berdiri sebagai penghubung harapan dan simbol kemajuan bagi masyarakat Desa Bontomanurung dan Desa Bontomatinggi. (***)


















