banner 1500x1875

Fatmawati Rusdi Tutup MTQ VIII KORPRI di Pangkep, Titip Pesan Al-Qur’an Jadi Pedoman ASN

banner 120x600

RSS PANGKEP – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 resmi berakhir di Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Sabtu malam (29/8/2026).

Penutupan ajang yang mempertemukan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai provinsi, kementerian, lembaga, dan perguruan tinggi tersebut dipimpin Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakhrulloh, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, serta sejumlah kepala daerah dan perwakilan kementerian dan lembaga.

Prosesi penutupan ditandai secara simbolis dengan penutupan lembaran mushaf Al-Qur’an. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari kolosal dan marching band.

MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 berlangsung selama sepekan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkep. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi ASN sekaligus momentum memperkuat kecintaan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang meraih prestasi sekaligus mengapresiasi semua pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, saya menyampaikan selamat kepada para pemenang. Kami juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan mengambil bagian dalam menyukseskan rangkaian acara ini,” ujar Fatmawati.

Menurutnya, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang mengejar prestasi, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai MTQ KORPRI turut berperan dalam membangun karakter ASN yang unggul, profesional, berintegritas, dan berakhlak mulia.

“Nilai-nilai yang telah kita baca dan dengarkan selama pelaksanaan MTQ ini harus kita bawa ke dalam kehidupan sehari-hari, terutama menjadi cerminan dalam sikap, perilaku, dan pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara,” katanya.

Fatmawati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Kabupaten Pangkep selaku daerah penyelenggara, termasuk perangkat daerah, panitia, dewan hakim, unsur keamanan, tenaga kesehatan, relawan, pelaku UMKM, dan masyarakat.

Ia berharap para kafilah membawa pulang kesan baik dan kenangan tentang persaudaraan yang terjalin selama berada di Sulawesi Selatan.

“Bawalah pulang kenangan bahwa di tanah ini kita pernah dipertemukan dalam sebuah kebaikan. Insya Allah, semoga Al-Qur’an menjadi alasan kita untuk terus bersaudara,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus KORPRI Nasional sekaligus Kepala BKN Zudan Arif Fakhrulloh mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Pangkep, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan MTQ.

Zudan mengajak ASN untuk terus menghidupkan dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan keluarga, birokrasi, pemerintahan, dan masyarakat.

“Mari kita tidak henti-hentinya untuk menggelorakan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an mulai dari keluarga kita, di jajaran birokrasi, di jajaran pemerintahan, serta masyarakat luas,” ujarnya.

Ia menilai pelaksanaan MTQ KORPRI terus berkembang dan menjadi ruang penting dalam memperkuat pembinaan spiritual serta karakter ASN.

Dengan itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi pelaksanaan MTQ VIII KORPRI Nasional di Sulawesi Selatan.

“MTQ ke-delapan tingkat nasional ini berhasil dengan sangat mengesankan. Sulawesi Selatan sebagai penyelenggara tidak mengecewakan. Kesuksesan ini perlu kita syukuri,” ucapnya.

Ia juga menyampaikan selamat kepada Sulawesi Selatan yang dinilai berhasil menyelenggarakan kegiatan dengan baik dan lancar.

Menurut Nasaruddin, MTQ bukan sekadar kompetisi untuk mengejar prestasi. Lebih jauh, kegiatan tersebut harus menjadi sarana memperkuat pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya dalam kehidupan ASN.

“Tantangan kita ke depan sebagai ASN adalah bagaimana menjadikan diri kita masing-masing sebagai prototipe Living Qur’an, Qur’an yang hidup di tengah-tengah masyarakat kita,” kata Nasaruddin.

Ia berharap ASN yang mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an mampu menjadi penjernih, penghubung, pemberi solusi, serta menghadirkan pelayanan publik yang mempermudah dan mempercepat urusan masyarakat.

Berdasarkan pengumuman Dewan Hakim, Provinsi Sumatera Barat keluar sebagai Juara Umum MTQ VIII KORPRI Tingkat Nasional 2026 dengan perolehan nilai 160.

Gelar tersebut sekaligus membuat Sumatera Barat berhak membawa pulang piala bergilir untuk menjadi piala tetap setelah meraih juara umum sebanyak tiga kali berturut-turut.

Tuan rumah Sulawesi Selatan menempati posisi kedua dengan nilai 125, disusul DKI Jakarta di peringkat ketiga dengan nilai 103.

Sepuluh besar secara berurutan diisi Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah, Riau, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Sulawesi Selatan juga mencatat sejumlah prestasi melalui peserta terbaik di berbagai cabang lomba, di antaranya Latifatul Isyarah pada Hifzhil Qur’an Surah Al-Baqarah, Andi Sri Maryam Ulfa pada Hifzhil Qur’an tujuh surah pilihan, Baharuddin pada cabang azan, Hasrianti Hasanuddin pada Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri, serta Tri Handayani pada cabang Cipta dan Baca Puisi Islami Putri.

Penutupan MTQ VIII KORPRI Nasional 2026 sekaligus menjadi penanda estafet penyelenggaraan. Pataka MTQ diserahkan kepada Provinsi Maluku Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ IX KORPRI Tingkat Nasional pada 2028. (*)

banner 1325x1300
banner 1325x1300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *